Surat
cinta? Sempat aneh deh dapet bbm dari temen gw yang minta dibuatin surat cinta
sama gw. Katanya sih tugas bahasa Indonesia dikampus rada aneh sih hari gini
masi ada tugas buat surat cinta hahaha. Seinget gw bikin surat cinta itu pas
jaman-jamannya ospek dan jaman.jaman masih ababil a.k.a abg labil.
Dan dengan isengnya setelah tarik ulur
dengan sok malu.malu babi gw gamau awalnya nolongin tugas yang aneh seperti.
Yang rada cool dikit gtu yah misalnya kalkulus , statistika dan semacamnya. Sok
iya aja gw bisa ngerjain yang kayak begituan hahaha. Iseng iseng berhadiah akhirnya gw browsing cari wangsit neh ceritanya :D akhirnya terangkailah beberapa kalimat .
Untuk
kamu yang mengisi hari-hariku,
Tahukah
kamu rasanya menyukai seseorang yang tak pernah kau kenal ? Tak pernah bertemu
secara langsung? Aku dulu tidak pernah tahu apa rasanya tetapi, saat aku
mengenalmu aku tahu rasa itu.
Perkenalan
yang tak pernah kuduga. Kau menyapaku seolah-olah kita sudah pernah mengenal
jauh sebelumnya. Sapa demi sapa kata demi kata yang kita saling ucapkan
menumbuhkan rasa yang tak kumengerti.
Aku
tersenyum , marah , tertawa dan terkadang sedih tiba-tiba. Seperti ada yang
jaringan sarafku yang tidak bekerja sesuai pada fungsinya ketika kau hadir
disisiku .
Dan
gw tiba.tiba berhenti merangkai kata ini. Gak kuat pengen ngakak hahahahaha
Geli
baca tulisan sendiri ih~~~ lebay sok puitis gak jelas. Aaaaih mateeee kagak gw
banget dah. Iseng gw bbm temen gw ,
sentpict . ZZzzzz beberapa menit kemudian dia balas bbm gw.
Temen
gw marah.marah di bbm dia bilang “kok kayak kisah aku sih?”. Emang sih awalnya
kayak kisah cinta temen gw ini tapi, gw rada mix & match dengan pengalaman
gw pribadi trus sama imajinasi dan inspirasi dari novel.novel yang pernah gw
baca. :D
Karena geli dan merasa asa lebay dan
diledekin sama temen gw akhirnya gw edit lagi neh surat cinta aneh ini hehe.
Jadi
ini surat cinta atau surat cinta bertepuk sebelah tangan?
Untuk
kamu yang mengisi hari-hariku,
Untuk
kesekian kalinya aku torehkan tinta penaku ke lembaran kosong ini. Dan untuk
kesekian kalinya pula aku meremukkan dan membuang lembar-lembar putih ini ke
tong sampah disamping meja belajarku.
Aku
tidak pandai merangkai kata-kata. Hanya saja pena ini ingin menari-nari
dilembar putih menuangkan sedikit isi hatiku.
Tahukah
kamu rasanya menyukai seseorang yang tak pernah kau kenal ? Tak pernah bertemu
secara langsung? Aku dulu tidak pernah tahu apa rasanya tetapi, saat aku
mengenalmu aku tahu rasa itu.
Perkenalan
yang tak pernah kuduga. Kau menyapaku seolah-olah kita sudah pernah mengenal
jauh sebelumnya. Sapa demi sapa kata demi kata yang kita saling ucapkan
menumbuhkan rasa yang tak kumengerti.
Aku
tersenyum , marah , tertawa dan terkadang sedih tiba-tiba. Seperti ada yang
jaringan sarafku yang tidak bekerja sesuai pada fungsinya .Seperti ada “reaksi”
yang terjadi ketika aku melakukan penelitian.
Dan
saat itulah aku menyadari sesuatu , sesuatu yang telah lama tersimpan rapi di
dalam hatiku sejak lama. Perasaan yang begitu kuat hingga tidak bisa aku
abaikan lagi.
Ya , aku
jatuh cinta.
Bagaimana
bisa kamu membuatku seperti ini? Bagaimana bisa kamu menjadi bagian hatiku
begitu cepat?
Aku
jatuh cinta kepada seseorang yang tak pernah kuduga dan disaat yang paling tak
kusangka.
Itulah
kesalahan yang terindah sekaligus membuatku sakit. Mencintaimu tanpa aku sadari.
Kau
membuka kunci hati yang telah lama aku simpan rapi. Dan dengan mudahnya pula
kau pergi tanpa menutupnya .
Dengan
rasa sendu yang masih tersisa aku hanya ingin mengucapkan terima kasih
kepadamu. Terima kasih kau telah hadir dihari-hariku , membuatku melayang
kemudian dengan seketika pula kau membuatku terjatuh. Aku tidak menyesali perasaan ini tetapi aku kecewa
akan sikapmu yang sesuka hatimu membuka pintu ini dan pergi begitu saja.
Ketika
surat ini berhenti merangkai kalimat disaat itulah aku mengucapkan selamat
tinggal kepadamu dengan senyum. :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar